Menanggapi situasi terakhir perkembangan politik Indonesia yang kian tak menentu yang berbuntut pada serangkaian tindakan perusakan, pembakaran, penjarahan dan tindak kekerasan di berbagai tempat, serta dievakuasinya warga negera asing yang mengurangi kepercayaan Dunia Internasional kepada Indonesia, maka warga Indonesia di Montreal, Canada menyampaikan rasa kerprihatinan dan dengan ini menyatakan:
- Mendukung sepenuhnya gerakan reformasi dalam bidang Politik, Ekonomi dan Hukum yang sedang diperjuangkan oleh para mahasiswa, intelektual dan para tokoh masyarakat lainnya.
- Menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnnya enam orang "pahlawan reformasi" di Universitas Trisakti Jakarta tanggal 12 Mei 1998 atas tindakan oknum aparat keamanan setempat.
- Mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam mengatasi gelombang aksi mahasiswa.
- Menghimbau agar aparat keamanan yang melakukan tindak kekerasan yang berakibat meninggalnya enam orang mahasiswa Trisakti itu diadili seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
- Menghimbau kepada ABRI untuk setia mengamankan negara dengan mendahulukan kepentingan rakyat dan berusaha untuk menghindari kekerasan dan kekacauan lebih lanjut.
- Mengecam tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap sejumlah aktivis mahasiswi di Medan.
- Mengharapkan agar Wakil rakyat baik di DPR maupun MPR untuk kembali kepada fungsi dan misi dasar semula, yakni menjadi penyalur aspirasi rakyat.
- Menyesalkan tindak kekerasan, perusakan, penjarahan, pembakaran yang merugikan kepentingan orang banyak.
- Menghimbau agar semua pihak untuk menjaga ketertiban bersama dan saling menahan diri untuk tidak melakukan tindak kekerasan, namun tetap memperjuangkan reformasi di segala bidang.
- Meminta kepada MPR untuk segera menyelenggarakan sidang Istimewa untuk meminta pertanggungjawaban Presiden.
Montreal, 16 Mei 1998.